udah lama dech aku ninggalin blog yang satu ini. Gara-gara sibuk banget, daripada kalian males dah liatin blog aku ini. Kalian baca aja ini dulu … siapa tahu bisa jadi pelajaran buat kalian,
Ceritanya cerita rara jonggrang dan masih banyak lagi. Pokoknya baca saja yah Friend!
JIAN ANJING DAN RAKU KURA-KURA
Oleh: Herviana A Hizkia (Bobo No. 45/XXVII)
![]()
Whuuuz… whuuuzz…
Ibu Mia Kucing terbangun mendengar suara ribut-ribut. Ia keluar rumah dan bertanya pada Bu Abi Kambing. 
“Siga si Raja Hutan ulang tahun. Seluruh penghuni hutan diundang ke pestanya malam nanti.”
“Kok mendadak begini?” tanya Bu Mia heran.
“Raja baru ingat pagi ini. Persiapannya jadi serba terburu-buru. Raja menyuruh Raku Kura-kura dan Kiki Kelinci menempelkan undangan di pohon.”
“Oh, dua pelari cepat itu? Pantas ribut ekali,” omel Bu Mia Kucing.
“Kalau bukan mereka berdua, siapa lagi yang bisa disuruh?”
“Benar juga,” sahut Bu Mia. “Walaupun Raku Kura-kura itu berkaki pendek, namun larinya … wow, luar biasa!”
Malamnya, semua hewan di hutan berkumpul di halaman istana. Pakaian dan perhiasan mereka serba gemerlap. Dan tentu saja mereka tak lupa membawa hadiah untuk Raja Siga Singa. Hadiah-hadiah itu diletakkan teratur di atas meja di dekat pagar istana. Hanya Jian Anjing yang tidak menumpuk hadiahnya bersama yang lain. Diletakkannya hadiah mangkuk kristal bening itu di bawah meja. Ia takut mangkuk itu pecah jika tertindih hadiah-hadiah lain.
Sementara itu …
“Hosh! Hosh! Sepertinya pesta sudah mulai. Ukh, untung Raja belum muncul,” gumam Raku Kura-kura terengah-engah. Ia datang sedikit terlambat. Walau larinya cepat, tapi rumahnya paling jauh dari istana.
Ketika hendak bergabung dengan tamu-tamu lainnya, Raku Kura-kura ragu-ragu sejenak. Kemudian secepat kilat ia bersembunyi di bawah meja tempat tumpukan hadiah.
“Gawat!” desisnya.” Semuanya berpenampilan mewah. Bisa-bisa aku jadi tamu berpenampilan terburuk,” Raku Kura-kura cemas memandangi tubuhnya yang polos tanpa hiasan sedikitpun.
Raku Kura-kura sudah biasa menjadi pusat perhatian karena larinya yang sangat cepat. Apalagi setelah ia berhasil mengalahkan Kiki Kelinci dalam suatu pertandingan lari. Namun, tak mungkin kan ia harus berlari ke sana ke mari untuk menarik perhatian.
Ah! Tiba-tiba matanya melihat sebuah mangkuk kristal indah di sampingnya. Milik siapa ini? pikir Raku Kura-kura. “Ah, aku tahu!” serunya ketika mendapat ide.
Gluduk gluduk! Dengan hati-hati ia menggelindingkan mangkuk itu ke balik semak-semak. Dibalurinya dengan getah dan daun sampai warnanya berubah kehijauan. Lebih bagus daripada warna bening tadi. Mangkuk itu lalu diikatnya ke punggungnya dengan akar-akar pohon. Berat, tapi tak jadi soal.
Penuh percaya diri Raku Kura-kura masuk ke halaman istana. Semua mata langsung tertuju padanya.
“Wah, Raku Kura-kura! Indah sekali benda yang ada di punggungmu! Hijau kemilau seperti zamrud!” decak para tamu kagum.
Raku Kura-kura mengangkat dagunya tinggi-tinggi. Ia puas diperhatikan seperti itu. Namun Jian Anjing menatapnya curiga. Ia yakin benda di punggung Raku Kura-kura adalah mangkuk kristal miliknya. Jian Anjing segera memeriksa kolong meja tempat hadiah. Benar! Mangkuk kristalnya menghilang! Ia langsung berteriak, “Raku Kura-kura, pencuri! Kembalikan mangkuk kristalku!”
Tamu-tamu pesta kaget dan bingung.
“Cepat lepaskan mangkuk itu dari punggungmu!” Jian Anjing berusaha menarik lepas mangkuk itu. Tapi akar pohon yang melilit terlalu kuat. Keduanya sama-sama terpental.
Tiba-tiba terdengar suara menggelegar,
“Siapa yang berani membuat keonaran di hari ulang tahunku?!” Siga si Raja Hutan muncul. Ia duduk di singasananya sambil melotot ke arah Raku Kura-kura dan Jian Anjing. Semua terdiam menahan napas.
“Maaf, Baginda,” sembah Jian Anjing hormat. “Tapi mangkuk yang akan hamba hadiahkan untuk Baginda telah dicuri Kura-kura ini.”
“Tidak, Baginda!” bantah Raku Kura-kura tegas. “Mangkuk ini hamba temukan di kolong meja itu. Hamba cuma bermaksud meminjamnya sebentar.”
“Tapi kau mengambilnya tanpa seijinku. Itu mencuri namanya!” Keduanya terus berbantahan.
“DIAM!” bentak si Raja Hutan. Ia menyuruh Raku Kura-kura segera mengembalikan mangkuk itu.
“Tapi akar-akar yang melilit di tubuh hamba terlalu kuat. Sepertinya … mangkuk ini tidak bisa dilepas,” elak Raku Kura-kura. 
“Raku Kura-kura, aku tahu kau menyukai mangkuk itu,” kata Siga Raja Hutan. “Jian Anjing sebenarnya hendak memberikan mangkuk itu untukku. Tapi rasanya mangkuk itu memang lebih pantas untukmu. Baiklah, kuizinkan kau memilikinya. Mulai sekarang, teruslah ke mana-mana dengan mangkuk di punggungmu.”
“Terima kasih, Baginda,” Raku Kura-kura mencibir ke arah Jian Anjing yang terpaksa merelakan mangkuk itu.
“Tapi…” lanjut Siga Raja Hutan, “Sebagai gantinya, kemampuan berlari cepatmu kuberikan pada Jian Anjing. Adil, bukan?”
Sejak itu Raku Kura-kura cuma bisa berjalan lambat-lambat, dan menjaga agar mangkuk kristal di punggungnya tidak jatuh. Sering ia menyesali keadaan dirinya. Karena tak ada lagi yang mengelu-elukan kecepatan larinya.
Itu sebabnya sampai sekarang bangsa kura-kura memiliki mangkuk keras di punggungnya. Dan tetap berjalan lambat. Kalau bertemu makhluk lain, mereka cepat-cepat menyusupkan kepala ke dalam mangkuknya. Mungkin malu kalau ada yang menanyakan tentang Raku, nenek moyang mereka yang serakah.
Sementara itu, bangsa anjing sampai kini bisa berlari cepat. Dan terbiasa mengejar pencuri seperti Jian, nenek moyang mereka.
udah, satu aja dulu ceritanya, aku bosan nih, aku pengennya baca baca di website, lain kali aku post cerita lagi yaa! dadah!
Hayy!!!
Tags: ceria hidup, diary, random
September aku gak bisa puasa… fiuh.. untungnya tahan, awal puasa sih aku kagak sahur!! tapi, ya biasa koq karena aku islam, puasaku full deh meski gak sahur!
Aku balik lagi (kelamaan, yak???) dan aku paling suka pastang posting, aku paling seneng karena sudah main the sims di rumah – nya ocha /latifha… Aku seneng2 gitu! rada2 gemes sama anaknya. kadang-kadang juga ya, aku selalu buka wawasan sama d sims!!
Abis itu, aku … Gak bisa ngelepasin hatiku yang udah lekat ini sama my kompu! hehehe, jelas enggak dong. Oh iya, bagi teman2.. dulu pertama ku punya wp ini kalau post masih georgia. Tapi, sekarang berubah jadi lucida font nya! anehhhhhhhhhhhhhhhhhhhh banget…
Oh iya! aku juga pengen main kembang api baru diantaranya :bumble be, kupukypup terbang, dan masih banyak lagi. Bumble bee sama kupu – kupu terbang sih sama aja! cuman, kupu kupu terbang lebih besar dan buatan indonesia, gitu-gitu aku jadi sering main kembang api. Bukan cuma sering! tapi sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat sering! sering banget!
Tadi aku juga nangkepin ular sama kak Zahra terus manjat pohon naik tangga (meski aku berani) pas udah itu aku langsung gak enjoy. Akhirnya masuk dalem rumah sama adi bayinya kak Zahro ituuuuuuuuuuu, setelah itu nonton tv, karna akyu boring. Aku jadi…. baca buku, reading! yeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeessss…
Kalian tahu aku sangat suka membaca? yang kalian ketahui dari buku itu apa? ilmu nya kan! pasti berguna untuk kita, nusa dan bangsa! yang pastinya berguna untuk kita semua, freinds!!
tanggal ** september sorry kalau kamu yang ngajak chatting, apalah.. inilah.. itulah.. POKOKNYA! aku ini kan mau pergi! udah ah! don’t be !!!
udah yaa, aku ngetiknya capek ni!